Bikin Gaduh Publik Foto Napi Lapas Kelas II Pangkalpinang Main Gitar Sambil Berponsel Ternyata Foto Lama dan Hanya Casing Kosong!

Berita, Daerah6 Dilihat

WARTA-ONE, PANGKALPINANG, BABEL — Jagat media sosial dan ruang pemberitaan online di Bangka Belitung mendadak gaduh. Hal ini menyusul beredarnya sebuah foto kontroversial yang memperlihatkan seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II Pangkalpinang berinisial DS. Dalam foto yang viral tersebut, DS tampak asyik bermain gitar sambil memegang sebuah telepon seluler (handphone), dengan gaya seolah-olah ia sedang menghubungi seseorang dari dalam sel.

Merespons cepat ramainya sorotan tajam dari berbagai media tersebut, pihak manajemen Lapas Kelas II Pangkalpinang langsung mengambil tindakan tegas. Tim pengamanan bergerak melakukan pengecekan mendadak dan menggelar razia besar-besaran yang menyasar ke seluruh blok hunian para tahanan. Namun, dari hasil penggeledahan menyeluruh di lapangan, petugas sama sekali tidak menemukan barang bukti berupa handphone ilegal ataupun perangkat komunikasi pemancar lainnya seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan.

Pengakuan DS: Foto Lama dan Hanya Casing Kosong Demi Konten Pamer

Guna mengusir spekulasi liar di tengah masyarakat, petugas Lapas kemudian mengamankan dan memeriksa DS secara intensif. Di hadapan pemeriksa, DS akhirnya melontarkan pengakuan yang mengejutkan sekaligus membagongkan.

DS menegaskan bahwa foto yang beredar luas tersebut merupakan dokumentasi lama yang diambil jauh sebelum dirinya masuk dan menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II Pangkalpinang. Lebih lanjut, ia juga membeberkan bahwa benda persegi yang ia genggam di samping gitar tersebut bukanlah smartphone aktif, melainkan hanyalah sebuah wadah pelindung kosong alias casing handphone. DS mengakui ia sengaja berpose demikian saat itu hanya untuk sekadar pamer di media sosial pribadi miliknya.

Telanjur Bikin Kegaduhan, DS Dijebloskan ke Sel Isolasi

Kendati terduga pelaku berdalih foto tersebut adalah barang lama dan sekadar casing kosong, pihak Lapas tetap tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang berpotensi merusak reputasi institusi dan memicu opini negatif publik.

Akibat ulahnya yang memicu kegaduhan di ruang digital, DS kini harus menanggung konsekuensi hukum yang sangat berat di dalam Lapas. Pihak otoritas pemasyarakatan langsung menjatuhkan sanksi disiplin keras kepada DS dengan menjebloskannya ke dalam sel pengasingan (sel isolasi) untuk waktu yang telah ditentukan. Tindakan tegas ini menjadi peringatan bagi warga binaan lain agar tidak bermain-main dengan aturan hukum di dalam lapas. (tim Warta-one Babel )

Komentar